Rabu, 30 Agustus 2017

FASE TURUNYA AL-QUR’AN ,CIRI-CIRI DAN BENTUK-BENTUKNYA



           FASE TURUNYA AL-QUR’AN ,CIRI-CIRI DAN BENTUK-BENTUKNYA

A.    Turunnya Al-Qur’an Secara Berangsur-Angsur.
     
            Adalah hikmah ilahi bahwa wahyu diturunkan sejalan dengan keperluan yang di butuhkan oleh rasulullah saw dan untuk member tahu beliau mengenai soal-soal baru yang terjadi setiap hari.melalui wahyu allah swt member tuntunan serta petunjuk dan memantapkan ketabahan serta menambah ketenangan beliau.kecuali itu, wahyu diturunkan juga sejalan dengan  keperluan yang di butuhkan untuk mendidik para sahabat nabi,memperbaiki adat kebiasaan dan 
Mereka dengan semua ajaran dan ketentuan hukumnya.bentuk keselarasan turunnya al-Qur’an sesuai dengan kebutuhan dengan cara berangsur-angsur;ada
Yang turun lima ayat sekaligus dan ada pula yang sepuluh ayat sekali turun.adakalanya kurang atau lebih dari itu.mengenai peristiwa “ifk”turun sekaligus sepuluh ayat. Begitulah al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur.rasulullah membacanya secara perlahan –lahan,sedangka para sahabat membacanya sedikit demi sedikit.ayat-ayat al-Qur’an diturunkan sehubungan dengan peristiwa.baik bersifat individual atau sosial(kemasyarakatan) yang terjadi berturut-turut selama kurang lebih 23 tahun sampai akhir hidup rasulullah.menurut berbagai sumber riwayat, setelah bi’tsah rasulullah saw hidup di mekkah selama 13 tahun,kemudia hujrah ke madinah dan mukim dikota itu hingga akhir hayatnya, yakni 10 tahun.ibnu abbas mengatakan, rasulullah  di angkat sebagai nabi dan rasul dalam usia 40 tahun .setelah bi’tsah beliau tinggal dimekkah 13 tahun dan selama itu menerima wahyu.beliau wafat dalam usia 63 tahun .beberapa sumber riwayat memperkirakan masa turunnya wahyu seluruhnya 20 tahun,tetapi ada juga yang memperkirakan kurang lebih 25 tahun.perkiraan ini didasarkan pada masa bermukimnya rasulullah saw di mekkah setelah bi’tsah,yaitu antara 10 dan 15 tahun.
            Menurut asy-sya’bi, al-Qur’an mula-mula turun pada malam qadar(lailatul-qadar),setelah itu turun secara berangsuran.pendapat asy-sya’bi itu berdasarkan pada firman allah swt.

pengertian ulumul qur'an



PENGERTIAN, NAMA-NAMA AL-QUR’AN, DAN TURUNNYA AL-QUR’AN
1.      Takrif Ulumul Qur’an
Pembicaraan tentang Ulumul Qur’an, haruslah ditinjau makna idhafy-nya dan makna ishthilahy-nya.
Dari segi idhafatnya adalah segala yang ada hubungannya dengan Al-Qur’an.maka segala ilmu yang bersandar kepada Al-Qur’an termasuk  kedalam  ulumul Qur’an,seperti;ilmu tafsir, ilmu Qira-at, ilmu Rasmil Qur’an, ilmu I’jazil Qur’an, ilmu Asbabun Nujul, ilmu Nasikh wal Mansukh, ilmu I’rabi Qur’an ilmu Gharibil Qur’an, Ulumuddin, ilmu Lughah dan lain-lain, karena ilmu-ilmu itu merupakan sarana untuk memahami al-Qur’an.
Berdasarkan makna inila Abu bakar Ibnul Arabi mengatakan bahwa ilmu-ilmu al-Qur’an berjumlah 77450 buah. Ini apabila kita hitung menurut bilangan kosa kata al-Qur’an yang dilkalikan empat karena tiap-tiap kosakata mempunyai zhahir, batin, hak dan mathla. Dan apabila di pandang kepada urutannya dan hubungan-hubungan yang ada diantara tertib-tertib itu, maka ilmu-ilmu al-Qur’an tidak dapat dihitung dan dihinggakan.
Berdasarkan penelitian sebagian ahli ilmu, yang dapat kita katakana Ulumul Qur’an, ialah: ilmi-ilmu yang ada hubungannya dengan al-qur’an dari segi hidayah atau segi I’jaz. Pokok pembicaraan ilmu ini, ialah al-Qur’an dari segi-segi yang telah disebut itu. Maka ilmu Qira-at umpamanya, maudhu-maudhunya ialah al Qur-anul Karim dari segi lafal dan dari segi menyebutnya. Ilmu tafsir, maudhunya, ialah Al Qur-anul Karim dari segi penjelasannya dan maknanya.
Paedah kita mempeljari ilmu ini, ialah supaya kita mempunyai senjata yang ampuh yang dapat kita pergunakan untuk membela kesucian Al Qur-anul majid, dan supaya kita mudah mendalami al-Qur’an. Dari segi ini maka Ulumul Qur’an adalah setamsil Ulumul hadist bagi orang yang hendak mempelajari ilmu hadist. Di namakan ilmu-ilmu ini dengan ulumul Qur’an, adalah untuk mengisyratkan bahwa sanya ilmu ini, adalah sari dari berbagai ilmu.